Ini bahagiaku. Begitu saya katakan pada mereka yang bertanya dan bergumam, mengapa saya berlaku demikian.
Ada kalanya manusia memerlukan banyak perhatian dari orang sekitar untuk mendapat pujian, juga dipandang sebagai yang paling diperlukan. Meski pada kenyataan yang saya lihat, orang-orang tersebut hanya ingin menunjukkan, siapa mereka yang sebenarnya tanpa mencoba merugikan orang lain. Jika ada yang keberatan dengan pernyataan saya, silahkan tinggalkan komentar anda di bawah.
Saya memberi pernyataan demikian sebab, banyak sekali ketidaksukaan seseorang pada seorang yang lain tanpa kejelasan yang dapat dimengerti oleh si 'orang' tersebut.
Contoh:
Andi tidak suka kepada Ani sebab Ani selalu memakai rok pendek dan berbahasa asing. Andi tidak suka Ani memakai rok pendek karena itu menggugat imannya. Andi tidak suka Ani menggunakan bahasa asing karena Andi merasa canggung sebab Ia tidak bisa berbahasa asing.
Apakah konteks ketidaksukaan anda semua hampir mirip dengan contoh di atas? Ketidaksukaan yang dirasa oleh diri sendiri karena kita mensugestikan apa pun yang berada di tubuh si 'Ani' adalah salah.
Sugesti. Kenapa kita benci seseorang? Karena dia salah kepada kita? Atau karena kita mensugestikan kepada diri kira bahwa 'dia' telah melakukan kesalahan pada diri kita?
Tanyakan pada diri Anda sendiri!
Sebab seseorang/sesuatu yang tidak kita sukai belum tentu mereka juga tidak ada yang menyukai. Atau sengaja bertindak untuk tidak disukai. Pasti, meski hanya beberapa orang, ada yang menyukainya. Dan pasti mereka melakukan demikian, sebab itu adalah ciri khas dirinya. Kenapa? Bukan, bukan karena mereka memiliki sifat, rasa, atau selera yang sama. Tetapi karena mereka tahu; jika mereka tidak mensugestikan pada diri mereka untuk membenci orang/hal tersebut. Mahu bagaimana pun orang/hal itu, tidak akan membuat mereka membencinya.
Sederhana bukan? Ya, sederhana. Namun, masih saja banyak orang yang tidak bisa melakukan demikian. Sebab kita adalah manusia, yang tercipta dengan nafsu dan keinginan.
Tapi, alangkah lebih baik kita mencoba. Karena itu akan melapangan hati kita, membuat hidup lebih berarti dan menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi. Semoga, aamiin.
Saya, anda, adalah manusia. Saya bersudut pandang demikian karena saya tahu; apa yang ingin mereka (hal yang saya benci) tunjukkan bukanlah suatu hal yang melulu ingin saya lihat. Apa yang ingin mereka suguhkan tak melulu apa yang ingin saya makan.
Kita yang menentukan mana yang akan kita lihat, makan, dan nikmati. Daripada membenci orang/hal, lebih baik menghindarinya. Sebab perasaan itu ada di dalam diri kita. Kita yang mengaturnya, dan jangan biarkan orang/hal lain menjadi alasan kita sebagai pembenci yang justeru akan menimbulkan kebencian baru pada orang lain.
Selamat beraktivitas :)
IG : putrialfatih96
Comments