Skip to main content

Seraph the Queen of Vandaria

Ratu Seraph
(Untuk kak Yulia dan dirinya sendiri)

Malam ini, aku berada di titik kecil dunia. Satu set perlengkapan tidur terpasang rapi, dengan dua botol air putih. Suara Agnez Mo menyanyikan lagu Cinta di Ujung Jalan menjadi penghantar tidurku, tadinya. Hingga aku melihat timeline aplikasi tak berdosa bernama Instagram, dan menemukan foto cantik kak Yulia. Inspirasi yang tiba-tiba muncul...

**
Sosok wanita itu sangat kuat. Bukan hanya kuat mengarungi gelagat dunia entertainment, tetapi juga pertarungan di dunia nyata. Di mana saat ini sang Ratu sedang melawan dirinya sendiri. Kanker serviks yang kini menjalar dan menggerogoti kaki kiri sang Ratu sedang bertumbuh dengan hebat.

Melihat kisah ini, aku mengingat sesuatu. Sebuah film yang di angkat dari novel berjudul sama, "The Fault in Our Stars". Kisah sekumpulan anak penyitas kanker. Mereka menjalani hidup dengan obat dan alat bantu. Mereka menemui jantung Tuhan dan saling menunggu dan mendoakan kematian teman-teman mereka sekaligus diri mereka sendiri. Membacakan memorandum pemakaman hingga menyiapkan baju kematian.

Novel itu membawaku pada sebuah penglihatan tentang kanker dan harapan. Di dunia nyata, mungkin tidak sedramatis isi novel tersebut. Tapi bagiku, novel itu bisa sangat menguatkan hati seseorang, baik dengan atau tanpa kanker di tubuhnya.

Isi novel tersebut mengajarkan aku banyak hal. Tentang pengorbanan, harapan, waktu, cinta, kesia-siaan, ketulusan, dan sebuah keikhlasan. Novel itu tidak akan membuat kita sedih sama sekali. Tapi akan membuat hati kita mengembang seperti pembentukan Bintang dan kemudian meledak, tidak berkeping, tetapi melegakan.

Ratu, jika bisa aku jabarkan isi novel itu satu-persatu mungkin hal itu bisa membesarkan hatimu. Sayangnya, aku seorang penulis amatir yang pelupa. Namun, sebuah kesimpulan bisa aku tulikan untuk membesarkan hati Ratu dan melegakan hidupmu.

Kanker itu ada di setiap tubuh manusia, baik sehat ataupun sakit. Dan ketika kanker itu melukai organ yang tidak pantas dia lukai untuk kemudian kita basmi, maka kita bukan membasmi kanker itu. Kita membasmi diri kita sendiri. Kanker itu ada di dalam tubuh kita, obat dan efeknya pun berdampak pada tubuh kita bukan pada tubuh orang lain. Berperang melawan kanker sama dengan melawan diri sendri. Menghancurkan kanker sama dengan mengancurkan diri sendiri. Membunuh sel kanker sama dengan membunuh diri sendiri.

Namun, Ratu harus ingat. Ratu memiliki jutaan peri yang bersedia mengabulkan permintaanmu. Jangan memohon untuk sembuh, karena sel kanker dan tubuh Ratu tidak diciptakan oleh peri-peri itu. Mintalah untuk dimaafkan, dimaafkan segala hal (baik-buruk) baik yang disengaja ataupun tidak. Jika tidak dimaafkan, maka maafkanlah diri Ratu sendiri. Karena Ratu harus membuat tameng agar melawan diri sendiri seberhasil melawan orang lain.

Satu lagi, Ratu harus ingat bahwa segala sesal dan keluh kesah hanya akan memperkuat sang kanker dan memperlemah titik keikhlasan Ratu. Bayangkan saja bahwa di luar sana banyak manusia yang lebih berjuang daripada Ratu. Sehingga Ratu memiliki satu kekuatan yang tidak dimiliki Ratu-Ratu lain di luar sana. Yaitu, keikhlasan tanpa batas. Lepaskan semuanya. Beban yang selama ini Ratu simpan dan jaga dengan baik. Lepaskan. Serahkan kepada yang lebih berhak, Tuhan Yang Maha Kuasa. Maafkan, ikhlaskan, dan lepaskan. Ceritakan kepada Tuhan. Lepaskan lepaskan lepaskan lagi, tarik nafas, ceritakan lagi dan lepaskan hingga semuanya tinggallah keikhlasan. Kelegaan.

Aku memang tidak merasakan apa yang Ratu rasakan. Tetapi aku tahu bagaimana caranya baik-baik saja setelah sekian lama terbelenggu oleh beban berat yang menyiksa diri.

Maaf Ratu jika tulisanku lancang dan terlalu naif. Kami sayang Ratu, dan aku ingin Ratu menjadi Ratu Seraph, Ratu dari Vandaria yang abadi, kuat, tak tertandingi, bahkan berani mengorbankan cinta terbesarnya untuk sebuah keseimbangan Vandaria.

Terima kasihku, karena Ratu bersedia membaca dan menjadi isnpirasiku malam ini.

Quotes; kadang kita harus mengorbankan banyak hal berharga untuk satu yang istimewa.

Salam, sahabat seimanmu

Putri Al Fatih

Comments

Popular posts from this blog

Putri Al Fatih Quotes #9

Quotes by Putri Al Fatih Support by Paletto App ... @2017

Putri Al Fatih Quotes #8

Selama Jantungku Berdetak

Aku selalu mencintaimu. Seperti yang selalu aku bilang sebelum, sesudah, hingga selamanya denganmu. Dalam keadaanmu saat ini pun, aku masih selalu menciummu, meyakinkan kamu bahwa aku tidak ingin beranjak menjadi isteri yang selalu kamu banggakan. Kamu yang membuat aku menjadi wanita kuat. Padahal dahulu, sebelum aku mengenalmu, aku hanyalah wanita manja yang berpura-pura kuat dan takut jatuh cinta. Namun, setelah kamu mengubah jalan pikiranku dengan sabar, semua berubah dan aku jatuh cinta. Aku jatuh cinta kepadamu ketika malam minggu di Villa milik keluargaku. Tidak menyangka kamu akan datang bersama rombongan dan meminangku, padahal kita baru saja bertemu sapa sepekan lalu. Ingatkah? Kamu harus ingat itu. Bahwa cintaku bukan karena kamu yang tampan dan diidamkan. Tetapi karena kamu tahu harus memperlakukan hatiku seperti apa. Jadi, jangan lagi memintaku mencari selain kamu hanya untuk meringankan batinku semata. Semua sudah menjadi tumpukan buku usang yang siap dimuseumkan. Aku...